Coretan SiKutu

Prepare
Berawal saat aku dilahirkan didunia dari seorang ibu yang sangat melankolis. Saat aku berada dalam kandungan ibuku berharap jika kelak aku dilahirkan jenis kelaminku perempuan. Karena anak pertama adalah laki-laki, anak kedua laki-laki dan anak ketiga harapan ibuku adalah perempuan. Tidak ada suatu kejanggalan yang dirasakan ibuku saat mengandung. Tapi beliau merasa sangat bijak terhadap orang lain ‘mungkin ini pertanda anakku perempuan’ sahut ibuku dengan penuh harapan.

Hari itu tepatnya hari jumat ibuku merasa sakit yang sangat kuat dibagian perut. Saat kejadian itu ibuku sendirian dirumah karena bapakku kerja. Suara rintihan ibu terdengar oleh tetangga dekat rumah. ‘Kamu mau melahirkan?’ Tanya salah satu tetangga rumah kepada ibuku. ‘Bukan’ ketus ibuku sambil merintih. ‘Iya, ini tandanya kamu mau melahirkan’ tegas tetanggaku kembali ‘sebentar saya panggilkan ibu bidan dulu’ ketus tetanggaku kembali. Untung saja didekat rumahku ada seorang bidan. Sesampainya tetanggaku kembali dirumahku beliau menyuruh ibuku agar datang kerumah bidan tersebut. ‘Ayo kamu sekarang kerumah ibu bidan!’ Dengan dibantu tetangga yang lain akhirnya ibuku mau dibawa ke bidan setelah negosiasi yang sangat panjang atara ibu dengan tetangga yang lain karena ibuku sangat menjunjung tinggi demokrasi. ‘Kerenkan ibuku? Hahaha’.

Sesampainya dirumah bidan ibuku tanpa kompromi langsung melahirkan. Semua orang panik karena ibuku ‘keberojolan’ ‘apa yaa bahasa indonesianya? Haha’ Lanjut cerita, rasa takut dan cemas menyelimuti keadaan orang-orang disana. Maklum hari itu hari jumat dan didalam rumah bidan itu hanya terdapat ibu-ibu tetangga rumah saja. Saking histerisnya keadaan tersebut salah seorang tetanggaku sempat jatuh pingsan. Waduh, yang seharusnya tegang itu ibuku. Kok malah tetangga yang pingsan?. Gak ngerti gue. Tepat adzan jumat berkumandang lahirlah kedunia seekor bayi imut dan lucu. Oouupss,… Maksudnya seorang bayi imut dan lucu. Hahaha.

Pada saat itu keadaan ibuku normal. Sayang tidak sempat aku tanyakan berapa banyak jahitan yang didapat ibuku dari seorang bidan. Hihihi. Sambil menangis meronta-ronta kemudian aku disusui oleh ibuku. Kenikmatan luar biasa saat itu aku rasakan. Kunikmati setiap tegukan air susu ibuku bagaikan meminum air zam-zam ditengah gurun pasir yang gersang dan berdebu. ‘Eh, emang ada ya gurun pasir yang gak berdebu? Yang adem gitu kayak dipegunungan dengan penuh kicauan burung dan pemandangan yang indah. Hahaha.’
Dan pada saat itu perjalanan hidupku dimulai…….

Sikutu TK
Kata orang masa-masa sekolah adalah masa kejayaan. Uang mengalir dengan begitu deras seperti aliran sungai Cisadane bebas hambatan seperti jalan tol. Gak semulus itu sih, kadang-kadang suka macet dan padat merayap juga. Itu yang menurut gue paling menjengkelkan terutama pada saat datang bulan. Oouupss, maksudnya akhir bulan. Hasrat birahi mulai timbul, jakun mulai menonjol, sampai suara seperti embe badot ‘eemmmbeee’ tapi itu semua terjadi saat gue sekolah SD. Tenang ntar ada bagiannya, dimohon sabar yaaaaa….

Berangkat dari cerita gue sekolah TK masa belum tau apa-apa. Makan disuapin, mandi dimandiin, solat disolatin terus dikuburin deh. Beres yaa semua rukunnya. Hahahaha. Oh iya lupa, tidur ditidurin. Waduh, gawat nih. Bener gak sih kalau tidur ditidurin? Ini yang buat gue bingung. Ok, mari kita lanjut kecerita. Saat TK gue sekolah gak jauh-jauh amat dari rumah. Tiap pagi dibangunin padahal lagi enak banget tuh tidur dan harus mulai standby di jalan jam 07.00 teng. Soalnya jam 07.15 di jemput sama jemputan. Rutinitas gue seperti itu. Bosen juga lama-lama kayak gitu! Tiap didalem jemputan gue pasti milih duduk dideket pintu soalnya bisa nyender kepintu kerena pintunya ditutup dan terkadang gue ngelanjutin tidur lagi.

Tempat ini bisa bikin gue melayang bebas keangkasa. Ribuan bintang bertaburan menjadi pemandangan favorit gue. Tiap gue mau mendarat gue suka terbangun. Sial, udah nyampe sekolah. Sampai lulus gue gak pernah mendarat diplanet kesukaan gue itu. Ya, inilah hidup penuh cobaan dan rintangan yang mesti kita lewati. Di kelas gue seneng main sama cewek-cewek jarang gue main bareng cowok. Menurut gue cewek itu lembut cocok sama gue yang suka kelembutan. Apa lagi dipadu dengan saos coklat yang dahsyat dan butiran-bitiran chocochip yang lezat. Mmmmm… Mantap! Menurut gue sekolah TK itu bukan sekolah. Melainkan tempat bermain dan tempat bertukarnya makanan. Tiap hari sengaja gue bekel makanan yang biasa aja (jajanan warung) yang gak seberapa murahnya karena kalau udah waktunya makan suka tukeran makanan sama temen. Yaaa politiklah gimana caranya dapet makanan enak tiap hari. Hahahaha.

Pengalaman bermakna yang gak bakal dilupain yaitu berantem-beranteman sama temen dan itu menjadi ajang kejantanan menurut gue. Secara gue kan cowok!. Sampe pas waktunya makan gue and the gank dihukum gak boleh makan bekel gara-gara baju seragam kotor. Padahalkan berani kotor itu baik bukan? Iya gak? Hahaha. Oh iya, walaupun gue TK rasa tertarik sama lawan jenis udah mulai timbul. Hasrat itu seolah-olah pemacu semangat gue untuk sekolah dan untuk tampil beda. Walaupun pengetahuan gue alakadarnya gue tetep bertahan untuk dapat memikat kaum hawa dikelas. Dikelas gue naksir sama seorang cewek yang menurut gue bule baget tuh dia. Namanya ‘NN’ (anonim) sengaja gue kasih nama itu. Haha. Lagian loe pengen tau aja sih kisah cinta gue! Hohoo. Rasa gemetar sering gue rasain. Bisa disebut saltinglah kalau dizaman sekarang. Lihat dia dari jauh aja udah brrrrrrrrr…merinding semua bulu gue.

Susah seneng banyak gue alamin. Banyak susahnya daripada senengnya. Emang gak seberapa sih perjalan hidup gue. Tapi asli bermakna buat gue, dari yang cuma bisa nangis sampe bisa seperti sekarang. Hidup itu perjuangan! Terutama perjuangan nyokap yang setia ngedidik gue. Heran gue sama dia, gak cape apa ngedidik gue?? walaupun killer minta ampun tapi dia tuh sesosok ibu yang memancarkan aura kasih sayang begitu dahsyat. Wuuuiiiiissshh… (Coba deh lo bayangin saat ibu peri turun dari langit! Asyik kan? Rasain juga harum aroma tubuhnya! Hmmmm.. Wangiiii… Kasih sayang yang begitu nikmat loe rasakan! Dan itu nyata buat kehidupan loe sekarang!!) Thank’s MOM you are My HERO...